Pages

Selasa, 03 Juli 2012

Viva Espana (Campeoneesss...!!!)

Spanyol membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Sejarah bahwa tidak ada tim yang juara beruntun Euro pun mereka pecahkan. Ya, Spanyol menjadi tim pertama yang back-to-back champions di ajang Piala Eropa setelah membekuk Italia 4-0 pada partai puncak Euro 2012 di Olympic Stadium, Kiev, Ukraina, kemarin dini hari Wita, 2 Juli.

Spanyol juga menjadi negara pertama yang menjuarai tiga turnamen besar sepak bola secara beruntun. Sebelum ini Matador -- sebutan Spanyol -- sukses menjadi kampiun Euro 2008 dan Piala Dunia (PD) 2010. Entah berapa tahun lagi rekor tersebut bisa dipecahkan. Atau Spanyol malah mengukir rekor lebih hebat jika berhasil menjadi jawara PD 2014 di Brasil.


Spanyol menunjukkan bahwa gaya permainan tiki taka masih yang terbaik di lapangan hijau saat ini. Kemenangan empat gol tanpa balas atas Italia dalam final di Olympic Stadium, Kiev, kemarin dini hari Wita, membuktikan tiki taka tidak membosankan.

Kemenangan itu sekaligus menjadi skor terbesar dalam sejarah final Euro, bahkan di Piala Dunia sekalipun. "Kami superior dibandingkan Italia. Kami memainkan sebuah pertandingan yang sempurna, bahkan mungkin terbaik dalam sejarah Euro. Kami memang pembuat sejarah," kata playmaker Spanyol Xavi Hernandez sebagaimana dilansir Associated Press.

Kubu Italia dengan sportif mengakui keunggulan lawan. "Pertandingan malam ini (kemarin,
red) berjalan tidak seimbang. Lawan kami terlalu tangguh dan kami harus angkat topi untuk permainan Spanyol," kata kapten sekaligus kiper Italia Gianluigi Buffon di situs resmi UEFA.

Kekalahan empat gol menjadi sejarah tersendiri bagi timnas Italia sejak Euro digulirkan pertama kali 48 tahun silam
. Sebab, skor 0-4 tersebut merupakan kekalahan terbesar yang diderita Italia sepanjang gelaran tahunan antarnegara Benua Eropa itu. Selain itu, hasil tersebut juga mengakhiri rekor tak terkalahkan Italia dalam Euro 2012 ini.

"Aku rasa ini adalah hasil terbaik yang kami mampu. Kami tidak lagi berpikir apa yang kami lakukan di kejuaraan ini, sekarang kami ingin menatap masa depan," ujar pelatih Italia, Cesare Prandelli.

Dalam pertandingan kemarin, permainan Italia sebenarnya tidak kalah bagusnya dengan Spanyol. Apalagi dalam 60 menit pertama, statistik ball possession-nya masih bisa sedikit mengimbangi Spanyol. Sayangnya, dalam 30 menit terakhir malah semakin anjlok setelah bermain 10 orang pasca cederanya Thiago Motta.

Prandelli menyebut strategi tiki-taka ala La Furia Roja mampu bermain dengan pragmatis ketimbang timnya. "Kami angkat jempol bagi kemenangan mereka. Permainan mereka akhirnya yang bisa lebih baik, dan kami menerima kekalahan ini," puji Prandelli.

Permainan umpan-umpan pendek Spanyol memang seperti mendapat angin seiring strategi Italia yang berani bermain terbuka sejak menit awal. Pada menit ke-14
, Cesc Fabregas yang selama turnamen mendapat predikat "false nine" alias striker palsu itu mengkreasi gol pembuka kala umpannya disundul David Silva.

Bek kiri baru Barcelona, Jordi Alba, menggandakan keunggulan pada menit ke-44. Ini sekaligus membuat laga sepertinya berakhir lebih cepat.

Di babak kedua, Italia memang makin tak berdaya. Apalagi setelah Thiago Motta meninggalkan lapangan karena hamstring pada menit ke-64. Padahal, Motta baru masuk menggantikan Riccardo Montolivo tujuh menit sebelumnya dan pemain naturalisasi Brasil tersebut merupakan pergantian terakhir (ketiga). Alhasil, Italia harus bermain dengan sepuluh orang.

Situasi tersebut dimanfaatkan Spanyol untuk menambah dua gol via duo Chelsea, Fernando Torres (84') dan Juan Mata (88') Torres dan Mata pun berhasil menyandingkan gelar Euro dengan Liga Champions yang mereka peroleh enam pekan lalu.

Dalam sejarah Euro, mereka adalah pemain keenam dan ketujuh yang mampu melakukannya. Pendahulu mereka adalah eks striker Spanyol dan Inter Milan, Luis Suarez Miramontes pada 1964 serta kuartet PSV Eindhoven (Hans van Breukelen, Ronald Koeman, Barry van Aerle, dan Gerald Vanenburg) bersama Belanda pada 1988.

Torres bahkan juga merengkuh predikat prestise, Golden Boot (Sepatu Emas) sebagai predikat pemain tersubur turnamen alias top scorer. Dengan koleksi 3 gol, Torres sejatinya bersanding dengan lima nama lainnya seperti Mario Balotelli (Italia), Mario Gomez (Jerman), Cristiano Ronaldo (Portugal), Alan Dzagoev (Rusia), dan Mario Mandzukic (Kroasia).

Gelar Matador makin sempurna dengan terpilihnya gelandang serang Andres Iniesta sebagai penerima Golden Ball (Bola Emas) sebagai pemain terbaik Euro 2012. Iniesta juga terpilih sebagai man of the match kemarin atau kali ketiga selama turnamen.

Dengan capaiannya, Iniesta seolah meneruskan tradisi peraih Bola Emas adalah pemain tengah termasuk kala dimenangi Xavi empat tahun lalu. Penghargaan Bola Emas kali pertama diberikan pada 1996 dan dimenangi Matthias Sammer yang kemarin resmi ditunjuk sebagai direktur olahraga baru Bayern Munchen itu.

Berikut adalah rekor dan fakta final Euro 2012 
Fakta Spanyol
  • Spanyol menjadi tim Eropa pertama yang mampu meraih tiga gelar di turnamen besar tiga kali beruntun. Spanyol merebut mahkota juara di Kejuaraan Eropa 2008, Piala Dunia 2010 dan Kejuaraan Eropa 2012.
  • Tim Matador tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir di Kejuaraan Eropa. Mereka memetik sembilan kali kemenangan dan tiga kali imbang. Ini sebuah rekor dalam turnamen sekelas Kejuaraan Eropa.
  • Spanyol belum terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir di bawah asuhan pelatih Vicente Del Bosque. Ini sebuah rekor baru dalam kompetisi.
  • Iker Casillas menyamai rekor Edwin Van der Sar tidak kebobolan dalam sembilan pertandingan di Kejuaraan Eropa. Casillas pun telah memenangkan 100 dari 137 pertandingan Internasional. Dia menjadi satu pemain yang mampu meraih banyak kemenangan dalam satu abad di level internasional.
  • Enam pemain Barcelona berada menjadi starter. Namun ini bukan rekor, karena sebelumnya tujuh pemain Dynamo Kiev membela Uni Sovyet (kini Rusia) pada Kejuaraan Eropa 1988.
Fakta partai final
  • Juan Mata menjadi pemain pengganti pertama yang mampu mencetak gol dengan cepat.Pemain milik Chelsea itu menggenapkan keunggulan Spanyol menjadi 4-0, satu menit 14 detik setelah masuk lapangan.
  • Xavi Hernandez kembali menyumbangkan assist kepada Fernando Torres. Empat tahun silam di final, Xavi juga membantu Torres mencetak gol untuk memastikan Spanyol merebut gelar di Kejuaraan Eropa.
  • Fernando Torres menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di dua final Kejuaraan Eropa. El-Nino membuat gol tunggal Spanyol di final Kejuaraan Eropa 2008.
  • Spanyol menjadi tim ketiga yang mencetak dua gol di babak pertama pada final Kejuaraan Eropa. Rekor ini sebelumnya diciptakan Italia di final 1968 dan Cekoslowakia pada 1976.
  • Satu-satunya tim lain yang mampu mencetak tiga gol atau lebih di final Kejuaraan Eropa adalah, Jerman Barat vs Uni Soviet pada 1972 (3-0)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar